Pasar Properti Solo Jogja

  • Telepon
  • +62271-724811
  • Griya Solopos,
  • Jl. Adisucipto no 190, Solo

Ekonomi oke banget, semen tumbuh14,5%

Ekonomi oke banget, semen tumbuh14,5%
oleh Griya Senin, 19 November 2012

JAKARTA: Konsumsi semen dalam negeri, salah satu indikator utama bergeraknya ekonomi sektor produktif, mencapai 44,6 juta ton pada periode Januari—Oktober 2012.

Capaian tersebut tumbuh 14,5% dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun lalu sebanyak 38,9 juta ton.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Pulau Jawa berkontribusi paling besar dibandingkan dengan pulau-pulau lain dengan konsumsi sebesar 24,7 juta ton atau 55,3% dari total konsumsi domestik.

Pulau Sumatra menduduki posisi kedua dengan konsumsi 9,7 juta ton atau 21,7%. Setelah itu, Pulau Kalimantan berada di posisi ketiga sebesar 3,31 juta ton (7,3%), Sulawesi 3,3 juta ton (7,3%), Nusa Tenggara 2,5 juta ton (5,6%), serta Maluku dan Papua 978.377 ton (2,1%).

Konsumsi semen domestik ditargetkan tumbuh minimal mencapai 12% pada tahun ini. Pada tahun lalu, konsumsi semen mencapai 48 juta ton.

Dengan asumsi pertumbuhan 12% itu, berarti konsumsi akan meningkat sekitar 5,6 juta ton menjadi sekitar 54 juta ton pada tahun ini.

Panggah Susanto, Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, menuturkan permintaan produk semen selalu meningkat setiap tahun karena didorong pembangunan infrastruktur, baik jalan, perumahan, apartemen, dan sejumlah infrastruktur lainnya.

Menurutnya, pelaksanaan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dirancang pemerintah untuk periode 2011—2025 akan menggeser permintaan semen yang cukup besar ke luar Jawa.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kinerja industri semen harus didorong untuk menjamin ketersediaan pasokan semen di dalam negeri, terutama di luar Jawa.

“Pemerintah akan memberikan dukungan terhadap investasi di industri semen dan menyediakan insentif untuk kegiatan konstruksi di sejumlah area, terutama di kawasan timur Indonesia,” tuturnya, Senin (19/11).

Saat ini, terdapat sembilan produsen semen dengan total kapasitas produksi mencapai 60 juta ton per tahun. Dengan kapasitas sebesar itu, kebutuhan semen domestik diyakini dapat dipenuhi, bahkan sisanya dimungkinkan untuk diekspor.(12/Bsi)

Tags:

Berita Terkini Lainnya

Ingin Rehab Properti? Simak Cara Berikut

Ingin Rehab Properti? Simak Cara Berikut

oleh Ivan Indrakesuma Rabu, 3 Februari 2021

Griya190.com, SOLO – Jika investor membeli properti yang tertekan, salah satu jalan keluarnya yakni melakukan…

Pemerintah Wajibkan Penggunaan Produk Lokal, Begini Tanggapan Pengembang

Pemerintah Wajibkan Penggunaan Produk Lokal, Begini Tanggapan Pengembang

oleh Ivan Indrakesuma Rabu, 27 Januari 2021

Griya190.com, SOLO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mewajibkan para pengembang menggunakan produk…

10 Tips Terbaik Untuk Menaikkan Nilai Jual Rumah

10 Tips Terbaik Untuk Menaikkan Nilai Jual Rumah

oleh Ivan Indrakesuma Kamis, 21 Januari 2021

Griya190.com, SOLO – Jika kamu sudah berniat menjual rumah pada waktu dekat, maka kamu perlu…

Pulihkan Sektor Perumahan, Pemerintah Terpaksa Lakukan Ini

Pulihkan Sektor Perumahan, Pemerintah Terpaksa Lakukan Ini

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 15 Januari 2021

Griya190.com, SOLO – Demi mendukung pemulihan sektor properti khususnya perumahan, pemerintah menggagas beberapa cara. Salah satu…

Begini Cara Terapkan Feng Shui DI Kamar Mandi

Begini Cara Terapkan Feng Shui DI Kamar Mandi

oleh Ivan Indrakesuma Selasa, 12 Januari 2021

Griya190.com, SOLO – Feng shui atau kepercayaan pengoptimalan energi positif dari unsur bumi, ternyata dapat…